Minggu, 02 November 2014

Dimulai Ketika Kepala Dua

Umur seringkali menjadi patokan kedewasaan oleh banyak orang padahal tak selamanya anggapan tersebut benar. Kepala umur ( entah dimana tangan dan kakinya :D) juga seringkali menjadi patokan dalam membagi fase kehidupan seseorang di masyarakat. 

Seseorang yang berkepala umur 0 dianggap sebagai masyarakat anak-anak.
Berkepala 1 dianggap sebagai masyarakat remaja
Berkepala 2 dianggap masyarakat dewasa mula
Berkepala 3-4 dianggap masyarakat dewasa
Berkepala 5 sampai seterusnya sudah dianggap sebagai masyarakat tua

Angggapan diatas tak selalu benar tetapi bagi saya anggapan diatas adalah sesuatu yang sedang saya alami.

Ketika saya umur 19 tahun, dunia masih tetap seperti biasanya. Tak jauh berbeda dengan ketika saya berumur 18 tahun. Masyarakat dan keluarga masih menganggap saya sebagai seorang remaja. Namun ketika umur saya menginjak 20 tahun, perubahan besar sangat saya rasakan. Dunia berubah secara drastis. Pandangan masyarakat pun mengenai seseorang berumur 20 jauh berbeda jauh dengan seseorang berumur 19 tahun. Walaupun itu hanya berjarak 1 tahun saja.

Menginjak usia 20 tahun, kepala kita sudah tidak 1 lagi melainkan sudah 2 ( harusnya tambah pintar, kan otaknya nambah 1 :D). Mulailah masyarakat dan keluarga rajin mengingatkan kita bahwa sekarang kita sudah gedhe, sudah bukan anak-anak lagi. Mulai diingatkan tentang tanggung jawab hidup, bagaimana manusia yang sebenarnya itu hidup, dan tentang jodoh, nah yang terakhir begitu sering saya terima. Diingatkan tentang jodoh, obrolan dengan keluarga sudah menjurus pada pernikahan walaupun orang yang akan berdiri di pelaminan itu belum kelihatan batang hidungnya tetap tidak mengurangi kesemangatan mereka untuk membahasnya. -__-

Teringat saya saat 19 tahun, hampir tidak pernah orangtua atau keluarga membicarakan hal tersebut, tetapi setelah umur ini berkepala 2, ujian itu datang. Jika hal tersebut dianggap ujian maka akan terasa berat, jadi saya anggap itu sebagai doa. Semoga harapan mereka akan datangnya jodoh didengar oleh Allah :)


Tak hanya jodoh saja harapan di umur kepala 2 ini, melainkan juga kelancaran dan kesuksesan studi, karier, dan semua yang melekat dalam hidup ini. Semoga Allah meridhoi :)