Tak pernah sebelumnya saya membayangkan akan terjerumus
dalam dunia yang penuh dengan keabstrakan. Ya keabstrakan. Mempelajari hal yang
abstrak, bergelut dengan hal yang abstrak dan menghitung sesuatu yang abstrak.
Everything is abstract. Mengenalnya sudah lebih dari 5 tahun tapi tak pernah
sedikitpun saya mengetahui bahwa saya mempelajari sesutu yang abstrak bahkan
sampai detail-detailnya juga abstrak. Ini sangat-sangat keterlaluan. Dan saya
berfikir 5 tahun ini saya kemana saja???
5 tahun berada dalam kesesatan yang
tak ada 1 orangpun yang pernah meluruskannya. Padahal 5 tahun ini saya
bertemu dengan bemacam orang yang menurut saya sudah profesional dibidangnya.
Hmmm... I don’t know who is do mistake in there.. but, I only know that now I’m
in abstract area..
Bilangan dan angka adalah abstrak. Garis, bidang, bangun ruang,
dan all about in mathematic is abstract. Ketika saya berada dalam kelas
geometri, salah satu dosen saya menanyai saya,
“ bisakah kamu
menghitung berapa panjang garis?
Dan dengan polosnya dan dengan yakin tiada terkira saya menjawab,
“ bisa pak”
lalu dia menanyai
saya lagi ,
“ pernahkah kamu melihat garis?”
ya karna pada detik
itu saya masih dalam area kesesatan ya saya jawab,
” pernah pak”
Dia masih menanyai saya lagi “ dimana?”
Karna pada waktu itu ada gambar garis di papan tulis maka
saya menunjuk garis itu’
“ itu pak, yang ada di papan tulis”
Dia tak menjawab apa-apa awalnya, hanya tersenyum dengan
senyum yang entahlah. Mungkin dia berfikir bahwa ini anak kok seenaknya jawab
pertanyaan, sudah begitu PeDe lagi jawabnya. Namun, setelah beberapa detik, dia
menjawab,
“ itu bukan garis, tetapi ruas garis. Matematika adalah
abstrak jadi semua yang ada didalamnya juga demikian. Garis itu abstrak. Hanya
ada di dalam fikiran kita. Ketika kita mengukurnyapun tak bisa karna garis
adalah abstrak. Yang digambar di papan tulis adalah simbol dari garis, namanya
ruas garis”
“oooooo.........,”
Tak pernah ada luas persegi panjang, tetapi luas bidang
persegi panjang. Karna persegi panjang adalah sekali lagi saya harus menuliskan
ABSTRAK.
Semua objek matematika yang dapat kita lihat adlah simbol
dari objek asli matematika yang abstrak. Dan mata kuliah Geometri yang dulu
saya kira banyak menggambar telah sirna. Semuanya dibanyangkan dan hanya pada
kondisi darurot dan genting, kondisi dimana alam bayangan kita sudah tidak
mampu lagi untuk membayangkanlah aktivitas menggambar itu ada.
Keabstrakan ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,
tetapi mulai sekarang keabstrakan itu akan menjadi makanan setiap hari saya.
Ehmmm, sulit mengekspresikan harus bagaimana perasaan saya bertemu dengan
keabstrakan. Senyumkah, bengongkah, sedihkah atau bahkan lama-lama bisa jadi
saya menjadi abtsrak sekalian.. I don’t
know.. hahaha