Dan inilah yang juga terjadi di rumah nenekku dan rumahku 2 hari yang lalu. Harus aku akui, mata ini selalu cemerlang ketika melihat pisang. Dimana ada pisang disitulah aku beraksi. Pisang, cemilan paling menyehatkan sekaligus mengenyangkan, sampai tak sadar aku hampir menghabiskannya dan hanya meninggalkan 1 buah dari 7 buah yang tersisa dalam 1hari. Rakus ya? tidak juga sih, aku tidak makan nasi seharian dan tidak ada cemilan yang mengenyangkan selain pisang jadilah si pisang sebagai pelampiasan.
Masalahpun muncul ketika tanteku menegurku bahwa pisang yang aku makan itu pisang simbahku yang baru sakit, dan aku telah menghabiskannya. Siapa yang tahu kalau hanya simbahku yang boleh makan pisang itu, sudah terlanjur masuk badan mau diapakan lagi ? terlanjur. Dan entah mengapa aku tidak merasa menyesal, malah ingin ketawa sendiri :D
Tidak hanya sampai disitu, keesokkan harinya ketika aku pulang kerumah, dirumahpun ada pisang raja yang notabene adalah pisang paling enak, paling bergizi, dan paling mahal. Perutpun bergejolak minta untuk diisi, jadilah aku memakannya bersama adikku dan hanya menyisakan 1 buah dari 3 buah yang ada. Jrenggg... jreennnggg ternyata itu pisang buat obat ayahku yang lagi sakit diare. Ayahku tak bisa berkata apa-apa selain mengelus dada, heran sama anaknya yang pada ga sopan udah menghabiskan pisang obatnya.
Salah siapa coba? perut lapar, ada pisang tergelatak ingin dimakan, dan aku tahu kalau itu obat setelah termakan semua dan hanya meninggalkan 1 buah.
Pisang pisang, sungguh kau sangat diperebutkan :D





