Sebuah sapaan merupakan bentuk sederhana dalam menjalin
silaturrahmi. Tak perlu modal apa-apa saat kita menyapa orang hanya dengan
memanggil namanya saja sudah menjadi sebuah sapaan. Namun hal ini tidak berlaku
bagi 3 tahun terakhir ini, begitu sulit
aku menyapa seseorang. Seseorang yang pernah menjadi guruku. Walau hanya 1
tahun diajar olehnya di sekolah formal, namun sudah lebih dari 7 tahun beliau
menjadi guru ngajiku di madrasah. Ada saja yang membuat aku tidak bisa walau
hanya sekedar menyapa , dari beliau yang sedang berbincang dengan orang lain,
beliau yang tidak melihat saya, sampe beliau yang terlihat cuek.
Terkadang aku berpikir apakah beliau masih marah dengan
kejadian 5 tahun yang lalu dimana aku protes tentang nilaiku yang menurutku
sangat tidak adil. Dimana setelah itu beliau tidak lagi mengajar di tempatku
sekolah formal lagi.
Tapi tadi malam semua dugaanku terpatahkan, bagaimana tidak sapaan
yang dari kemarin mandeg di tenggorokanpun
akhirnya bisa terucap juga. Bukan aku dulu yang menyapanya melainkan beliau
dulu yang menyapaku. Waahh.. senengnya bukan main, ternyata beliau masih ingat
dan memperhatikan sepak terjangku 3 tahun terakhir ini.
Bukan hanya sekedar sapaan tapi beliau menanyakan banyak hal
tentag sekolahku dan kuliahku. Mungkin kalau ini sapaan dari orang lain tidak
akan membuatku seneng bukan kepalang seperti ini tapi ini beliau yang sungguh saat menjadi guruku aku sempat membencinya tapi juga aku ewuh padanya.
Ini mungkin menjadi sebuah sapaan yang paling melegakan
dalam hidupku, sungguh menduga-duga itu sangatlah tidak mengenakkan.
Semoga dengan ini, jalinan silaturrahmi aku dan beliau bisa
semakin erat. Amin J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar