Rabu, 15 Agustus 2012

Sebuah Sapaan yang Melegakan


Sebuah sapaan merupakan bentuk sederhana dalam menjalin silaturrahmi. Tak perlu modal apa-apa saat kita menyapa orang hanya dengan memanggil namanya saja sudah menjadi sebuah sapaan. Namun hal ini tidak berlaku bagi 3 tahun terakhir  ini, begitu sulit aku menyapa seseorang. Seseorang yang pernah menjadi guruku. Walau hanya 1 tahun diajar olehnya di sekolah formal, namun sudah lebih dari 7 tahun beliau menjadi guru ngajiku di madrasah. Ada saja yang membuat aku tidak bisa walau hanya sekedar menyapa , dari beliau yang sedang berbincang dengan orang lain, beliau yang tidak melihat saya, sampe beliau yang terlihat cuek.

Terkadang aku berpikir apakah beliau masih marah dengan kejadian 5 tahun yang lalu dimana aku protes tentang nilaiku yang menurutku sangat tidak adil. Dimana setelah itu beliau tidak lagi mengajar di tempatku sekolah formal lagi.

Tapi tadi malam semua dugaanku terpatahkan, bagaimana tidak sapaan yang dari kemarin mandeg di tenggorokanpun akhirnya bisa terucap juga. Bukan aku dulu yang menyapanya melainkan beliau dulu yang menyapaku. Waahh.. senengnya bukan main, ternyata beliau masih ingat dan memperhatikan sepak terjangku 3 tahun terakhir ini.

Bukan hanya sekedar sapaan tapi beliau menanyakan banyak hal tentag sekolahku dan kuliahku. Mungkin kalau ini sapaan dari orang lain tidak akan membuatku seneng bukan kepalang seperti ini tapi ini beliau yang sungguh  saat menjadi guruku  aku sempat membencinya tapi juga aku ewuh padanya.

Ini mungkin menjadi sebuah sapaan yang paling melegakan dalam hidupku, sungguh menduga-duga itu sangatlah tidak mengenakkan.

Semoga dengan ini, jalinan silaturrahmi aku dan beliau bisa semakin erat. Amin J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar