Pernah Anda mendengar kisah roman dari putri
Rasulullah yang sangat beliau sayang yakni Fatimah RA dengan sepupu Rasulullah
yang juga sangat beliau sayang yakni Ali RA ? saya yakin pasti sudah. Tapi
lebih dari itu, taukah Anda bahwa ternyata mereka berdua sudah saling mencintai
ketika remaja? Nah, mungkin belum banyak yang mengetahuinya.
Sudah dari remaja mereka memendam rasa cinta itu,
tanpa pernah ada yang mengetahuinya. Satu sama lain pun tidak juga
mengetahuinya. Mungkin setan sendiri pun juga tidak mengetahuinya. Hanya Allah
saja yang tahu. Allah benar-benar menjaga cinta itu, menjaganya hanya Allah
yang mengetahuinya sampai pada waktu yang tepat, ketika Ali mencoba meminang
Fatimah kepada Rasulullah dengan rasa takut tidak percaya diri karna telah banyak
orang yang mencoba meminangnya namun ditolak oleh Fatimah RA. Barulah ketika
pinangan itu diutarakan, kita mengetahui bahwa ternyata selama ini Fatimah
hanya akan menirima sebuah pinangan jika itu dari Ali.
Cinta mereka bukan hanya dilandaskan akan perasaan
saja melainkan juga mencintai karna Allah sampai-sampai Allah sendiri saja yang
mengetahui cinta mereka. Cinta yang tidak berorientasi karna nafsu dan duniawi
belaka malainkan juga agama.
dan satu kisah lainnya, pernahkah Anda mendengar
kisah cinta Buya Hamka? Kisah cinta yang tidak biasa. Buya Hamka yang ditinggal
oleh istri tercinta terlebih dahulu merasa sangat sedih. Istri Buya Hamka
mempunyai rutinitas yang sangat terpuji, selalu melakukan salat taubat dan
dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an sampai 6 juz. Setelah istrinya meninggal,
Buya Hamka masih melanjutkan rutinitas tersebut, apalagi ketika ia begitu
mengingat istrinya yang sangat ia cintai. Yang dia lakukan adalah mengambil air
wudhu dan salat serta membaca Al-Quran sesudahnya, bukan hanya sebagai
rutinitas belaka tapi ia lakukan untuk
membetenginya agar rasa cinta kepada istrinya tidak melebihi rasa cintanya
dengan Allah.
Kemudian keinginan itu pun muncul, aku ingin
Allah menjaga cintaku sampai pada saat
yang tepat seperti kisah Fatimah dan Ali dan aku ingin seperti Buya Hamka yang
selalu memposisikan Allah menjadi yang pertama dan utama dicintainya J