Minggu, 20 Oktober 2013

INGIN

Pernah Anda mendengar kisah roman dari putri Rasulullah yang sangat beliau sayang yakni Fatimah RA dengan sepupu Rasulullah yang juga sangat beliau sayang yakni Ali RA ? saya yakin pasti sudah. Tapi lebih dari itu, taukah Anda bahwa ternyata mereka berdua sudah saling mencintai ketika remaja? Nah, mungkin belum banyak yang mengetahuinya.
Sudah dari remaja mereka memendam rasa cinta itu, tanpa pernah ada yang mengetahuinya. Satu sama lain pun tidak juga mengetahuinya. Mungkin setan sendiri pun juga tidak mengetahuinya. Hanya Allah saja yang tahu. Allah benar-benar menjaga cinta itu, menjaganya hanya Allah yang mengetahuinya sampai pada waktu yang tepat, ketika Ali mencoba meminang Fatimah kepada Rasulullah dengan rasa takut tidak percaya diri karna telah banyak orang yang mencoba meminangnya namun ditolak oleh Fatimah RA. Barulah ketika pinangan itu diutarakan, kita mengetahui bahwa ternyata selama ini Fatimah hanya akan menirima sebuah pinangan jika itu dari Ali.
Cinta mereka bukan hanya dilandaskan akan perasaan saja melainkan juga mencintai karna Allah sampai-sampai Allah sendiri saja yang mengetahui cinta mereka. Cinta yang tidak berorientasi karna nafsu dan duniawi belaka malainkan juga agama.
dan satu kisah lainnya, pernahkah Anda mendengar kisah cinta Buya Hamka? Kisah cinta yang tidak biasa. Buya Hamka yang ditinggal oleh istri tercinta terlebih dahulu merasa sangat sedih. Istri Buya Hamka mempunyai rutinitas yang sangat terpuji, selalu melakukan salat taubat dan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an sampai 6 juz. Setelah istrinya meninggal, Buya Hamka masih melanjutkan rutinitas tersebut, apalagi ketika ia begitu mengingat istrinya yang sangat ia cintai. Yang dia lakukan adalah mengambil air wudhu dan salat serta membaca Al-Quran sesudahnya, bukan hanya sebagai rutinitas belaka  tapi ia lakukan untuk membetenginya agar rasa cinta kepada istrinya tidak melebihi rasa cintanya dengan Allah.


Kemudian keinginan itu pun muncul, aku ingin Allah  menjaga cintaku sampai pada saat yang tepat seperti kisah Fatimah dan Ali dan aku ingin seperti Buya Hamka yang selalu memposisikan Allah menjadi yang pertama dan utama dicintainya J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar