Bulan ramadhan, bulannya
kaum muslim. Dimana muslim seluruh dunia berbondong-bondong merengguh berkahnya
dan melaksanakan kebajikan. Menjadi bulan yang istimewa dimana setiap amalan
yang kita lakukan pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah.
Amalan yang wajib kita lakukan
tentu saja puasa ramadhan. Amalan lainnya yang selalu muslim laksankan adalah
salat terawih, baik dilakukan secara berjamaah maupun sendiri.
Mungkin bagi para muslim
tentu saja akan salat terawih secara berjamaah tapi bagi muslimah ada yang
berjamaah adapula yang sendiri, ada pula di masjid atau di rumah.
Dan kejadian yang baru
saya alami tadi malam mungkin menjadi alasan bagi para muslimah yang memilih untuk
salat terawih di rumah. Salat terawih yang seharusnya menjadi ladang kita untuk
bertemu dengan Allah dengan segala keberkahan ramadhan yang menyertainya harus
ternodai dengan segelintir orang yang mengalihkan fungsinya menjadi ladang
mereka untuk bergosip ria.
Sanggat ironis memang
ketika Allah memberikan banyak waktu bagi manusia untuk menikmati hidupnya
dengan segala kenikmatan dunia kemudian Allah meminta sedikit waktu kita untuk
bertemu, memberikan kesempatan kita untuk mengadu dan berkulah kesah dan bedo’a
meminta segala sesuatu yang manusia inginkan dan memberikan ladang bagi manusia
untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala yang berlipatganda tapi manusia malah tak
menggubrisnya. Tak menggunakannya dengan sebaik mungkin. Padahal hanya 1 jam
saja. 1 bagian dari 24 bagian yang Allah berikan kepada manusia.
Bergosip ria disaat kultum
disampaikan oleh penceramah, bergosip dengan suara yang sangat keras untuk
ukuran suara orang bebicara di masjid, berguyon ria tanpa peduli sedang
dimana mereka. Mungkin saya tidak akan peduli karna tentu saja yang merugi
sangat besar adalah mereka sendiri, tapi ketika
aktivitas yang sangat tidak terpuji itu mengganngu jamaah yang ada disekitanya
itulah yang menjadi masalah.
Saya kadang bertanya-tanya
sendiri akan mereka, apakah mereka tidak berfikir bahwa sikap dan kebiasan
tersebut tidaklah terpuji dan justru sangat merugikan dia sendiri dan orang
lain.
Saat di rumah sudah
berniat untuk bertemu Allah, beribadah dengan sungguh-sungguh tapi harus
ternodai dengan aktivitas tak terpuji tersebut. Mungkin itulah mengapa Nabi
bersabda bahwa “sebaik-baik tempat
shalat bagi kaum wanita adalah bagian paling dalam (tersembunyi) di rumahnya”
(HR Ahmad) dan “wanita yg ikut hadir shalat berjamaah, selesai salam
segera bangkit ke rumah . Rasul saw dan
lelaki tetap di tempat" (HR Bukhari) untuk menghindari apa yang
baru saya alami tadi malam.
Allah tidak melarang muslimah salat di masjid asalkan juga menjaga adab dan
menahan untuk bergosip ria. Tapi jika tidak bisa karna memang sudah tabiatnya,
rumah lebih baik bagi mereka.
Menjadi pelajaran bagi setiap manusia khususnya saya sendiri untuk selalu
menjaga sikap dimanapun kita berada, apalagi ketika beribadah di dalam masjid. Semoga
kita selalu dalam jalan-Nya.. Amiiinnn J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar