Jumat, 12 Juli 2013

Rumah "lebih baik" dari Masjid

Bulan ramadhan, bulannya kaum muslim. Dimana muslim seluruh dunia berbondong-bondong merengguh berkahnya dan melaksanakan kebajikan. Menjadi bulan yang istimewa dimana setiap amalan yang kita lakukan pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah.

Amalan yang wajib kita lakukan tentu saja puasa ramadhan. Amalan lainnya yang selalu muslim laksankan adalah salat terawih, baik dilakukan secara berjamaah maupun sendiri.

Mungkin bagi para muslim tentu saja akan salat terawih secara berjamaah tapi bagi muslimah ada yang berjamaah adapula yang sendiri, ada pula di masjid atau di rumah.

Dan kejadian yang baru saya alami tadi malam mungkin menjadi alasan bagi para muslimah yang memilih untuk salat terawih di rumah. Salat terawih yang seharusnya menjadi ladang kita untuk bertemu dengan Allah dengan segala keberkahan ramadhan yang menyertainya harus ternodai dengan segelintir orang yang mengalihkan fungsinya menjadi ladang mereka untuk bergosip ria.

Sanggat ironis memang ketika Allah memberikan banyak waktu bagi manusia untuk menikmati hidupnya dengan segala kenikmatan dunia kemudian Allah meminta sedikit waktu kita untuk bertemu, memberikan kesempatan kita untuk mengadu dan berkulah kesah dan bedo’a meminta segala sesuatu yang manusia inginkan dan memberikan ladang bagi manusia untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala yang berlipatganda tapi manusia malah tak menggubrisnya. Tak menggunakannya dengan sebaik mungkin. Padahal hanya 1 jam saja. 1 bagian dari 24 bagian yang Allah berikan kepada manusia.

Bergosip ria disaat kultum disampaikan oleh penceramah, bergosip dengan suara yang sangat keras untuk ukuran suara orang bebicara di masjid, berguyon ria tanpa peduli sedang dimana mereka. Mungkin saya tidak akan peduli karna tentu saja yang merugi sangat besar adalah mereka sendiri, tapi ketika  aktivitas yang sangat tidak terpuji itu mengganngu jamaah yang ada disekitanya itulah yang menjadi masalah.

Saya kadang bertanya-tanya sendiri akan mereka, apakah mereka tidak berfikir bahwa sikap dan kebiasan tersebut tidaklah terpuji dan justru sangat merugikan dia sendiri dan orang lain.

Saat di rumah sudah berniat untuk bertemu Allah, beribadah dengan sungguh-sungguh tapi harus ternodai dengan aktivitas tak terpuji tersebut. Mungkin itulah mengapa Nabi bersabda bahwa “sebaik-baik tempat shalat bagi kaum wanita adalah bagian paling dalam (tersembunyi) di rumahnya” (HR Ahmad) dan “wanita yg ikut hadir shalat berjamaah, selesai salam segera bangkit ke rumah . Rasul saw dan lelaki tetap di tempat" (HR Bukhari) untuk menghindari apa yang baru saya alami tadi malam.

Allah tidak melarang muslimah salat di masjid asalkan juga menjaga adab dan menahan untuk bergosip ria. Tapi jika tidak bisa karna memang sudah tabiatnya, rumah lebih baik bagi mereka.

Menjadi pelajaran bagi setiap manusia khususnya saya sendiri untuk selalu menjaga sikap dimanapun kita berada, apalagi ketika beribadah di dalam masjid. Semoga kita selalu dalam jalan-Nya.. Amiiinnn J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar