Takdir itu Allah
yang menentukan.Menentukan dan memilihkannya untuk manusia tentang apa dan
siapa yang pantas manusia itu dapatkan. Manusia wajib berusaha dalam
memperolehnya. Itulah sedikit pengetahuan yang aku tau.
Pernah dalam
suatu acara yang dipandu oleh bapak Mario Teguh, beliau berkata bahwa takdir
kita ditentukan oleh hanya Allah. Termasuk takdir jodoh. Ketika nilai kita 7
dari 10 maka jodoh kitapun juga akan bernilai 7 dari 10. Karna wanita yang baik
untuk laki-laki yang baik dan wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak
baik pula. Ketika kita menaikkan nilai kita atau bahasa kerennya pak Mario
“memantaskan diri” untuk pribadi yang lebih baik maka jodoh kitapun akan
bernilai lebih baik.
Ada pepatah
mengatakan “kalau jodoh ga akan kemana”. Pepatah itu emang benar. Tapi
terkadang gara-gara pepatah itulah menjadi alasan bagi sebagian orang untuk
berleha-leha. Misal mau dapet nilai A tapi bilang gini “kalau jodoh ga akan
kemana jadi ga usah ngoyo, nanti juga kalau jodoh dapet A”, ya kalau bilangnya
sambil usaha mah ya bisa aja jodoh, lha kalau ga usaha? ya tetep bisa berjodoh
tapi jodohnya digeser sama Allah jadi B. Hehehe (sotoy). Dan ada lagi, yang
mungkin banyak terjadi di sekitar kita. Pingin punya jodoh yang pinter, alim,
santun, kaya raya, pengertian dan perhatian tapi yang pingin malah ga pernah
solat, ga pernah belajar, egois, males-malesan ya susah dapat jodoh yang
diinginkan. Karna kembali lagi “wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan
wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik pula”.
Jodoh tidak
selamanya identik dengan pasangan hidup melainkan juga pekerjaan kita atau
hal-hal yang sepele dalam hidup kita. Dan itulah yang baru saja aku alami.
Bertemu dengan
saudara adalah hal yang membahagiakan apalagi itu saudara yang jarang sekali
bertemu. Beliau sangat baik dan perhatian, dan karna kebaikannya itulah aku
menghindarinya. Beliau akan pulang ke cirebon dan tentu saja melewati semarang.
Pada hari yang sama aku juga pulang ke semarang. Aku mengihindar untuk pulang
bersama sehingga aku memundurkan jam kepulangannku. Tapi tapi dinyana, beliau
juga memundurkan kepulangannya. Dan ketika akan ke jalan raya, akupun bertemu
dengan beliau dan tentu saja aku diberhentikan. Jadilah pulang bersama.
Sebagai seorang
mahasiswa, tentulah menguntungkan. Sudah tidak usah mengeluarkan ongkos pulang,
ga berdesakkan di bis, ga kepanasan nunggu di terminal dan nyaman karna naik
mobil. Tapi ya karna beliau banyak membantu jadi rasa ewuh tetap banyak.
Dalam perjalanan
pun tercipta sebuah renungan (.. kayak apa aja ya.. :D). Bener deh, jodoh itu ga kemana, udah
dihindari kayak apa kalau udah takdirnya pulang bareng ya pulang bareng. Kalau
emang jodoh ya bakal ketemu, tapi tetep usaha dan do’a harus terus dilakukan
juga.. :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar