Rabu, 19 September 2012

I'm in abstract Area


Tak pernah sebelumnya saya membayangkan akan terjerumus dalam dunia yang penuh dengan keabstrakan. Ya keabstrakan. Mempelajari hal yang abstrak, bergelut dengan hal yang abstrak dan menghitung sesuatu yang abstrak. Everything is abstract. Mengenalnya sudah lebih dari 5 tahun tapi tak pernah sedikitpun saya mengetahui bahwa saya mempelajari sesutu yang abstrak bahkan sampai detail-detailnya juga abstrak. Ini sangat-sangat keterlaluan. Dan saya berfikir 5 tahun ini saya kemana saja???  5 tahun berada dalam kesesatan yang  tak ada 1 orangpun yang pernah meluruskannya. Padahal 5 tahun ini saya bertemu dengan bemacam orang yang menurut saya sudah profesional dibidangnya. Hmmm... I don’t know who is do mistake in there.. but, I only know that now I’m in abstract area..

Bilangan dan angka  adalah abstrak. Garis, bidang, bangun ruang, dan all about in mathematic is abstract. Ketika saya berada dalam kelas geometri, salah satu dosen saya menanyai saya,
 “ bisakah kamu menghitung berapa panjang garis?
Dan dengan polosnya dan dengan yakin tiada terkira  saya menjawab,
 “ bisa pak”
 lalu dia menanyai saya lagi ,
“ pernahkah kamu melihat garis?”
 ya karna pada detik itu saya masih dalam area kesesatan ya saya jawab,
” pernah pak”
Dia masih menanyai saya lagi “ dimana?”
Karna pada waktu itu ada gambar garis di papan tulis maka saya menunjuk garis itu’
“ itu pak, yang ada di papan tulis”
Dia tak menjawab apa-apa awalnya, hanya tersenyum dengan senyum yang entahlah. Mungkin dia berfikir bahwa ini anak kok seenaknya jawab pertanyaan, sudah begitu PeDe lagi jawabnya. Namun, setelah beberapa detik, dia menjawab,
“ itu bukan garis, tetapi ruas garis. Matematika adalah abstrak jadi semua yang ada didalamnya juga demikian. Garis itu abstrak. Hanya ada di dalam fikiran kita. Ketika kita mengukurnyapun tak bisa karna garis adalah abstrak. Yang digambar di papan tulis adalah simbol dari garis, namanya ruas garis”
“oooooo.........,”
Tak pernah ada luas persegi panjang, tetapi luas bidang persegi panjang. Karna persegi panjang adalah sekali lagi saya harus menuliskan ABSTRAK.

Semua objek matematika yang dapat kita lihat adlah simbol dari objek asli matematika yang abstrak. Dan mata kuliah Geometri yang dulu saya kira banyak menggambar telah sirna. Semuanya dibanyangkan dan hanya pada kondisi darurot dan genting, kondisi dimana alam bayangan kita sudah tidak mampu lagi untuk membayangkanlah aktivitas menggambar itu ada.

Keabstrakan ini tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, tetapi mulai sekarang keabstrakan itu akan menjadi makanan setiap hari saya. Ehmmm, sulit mengekspresikan harus bagaimana perasaan saya bertemu dengan keabstrakan. Senyumkah, bengongkah, sedihkah atau bahkan lama-lama bisa jadi saya menjadi abtsrak  sekalian.. I don’t know.. hahaha




2 komentar: