Salah satu hal yang
harus dilakukan pertama kali ketika sebuah inspirasi datang kepada kita adalah
langsung menuangkannya juga dalam sebuah action. Begitu juga halnya
denganku, mendapati banyak peristiwa inpiratif dalam sehari membuat diri ini
tak kuasa untuk langsung menuangkannnya dalam sebuah tulisan. 4 atau 5 bulan
yang lalu aku menulisnya, hari dimana aku menjalani pengalaman pertamaku pulang
ke rumah seorang diri. Let’s check this one out !! J
Untuk pertama
kalinya pulang kerumah dari semarang seorang diri. Rasanya sangat menyenangkan.
Bagiku ngebis itu memberikan suatu
sensasi yang tidak biasa, memandang lalu lalang orang yang sibuk dengan urusan
masing-masing, lalu lintas kendaraan dari mulai kendaraan yang ‘elit’(
ekonimi sulit) sampai kendaran yang memang benar-benar elit, teriakan kenek yang berburu penumpang kesana kemari sampai para pengamen yang dengan PeDenya mengalunkan nyanyian dengan suara fales. Entah kenapa bagiku itu begitu menyenangkan.
ekonimi sulit) sampai kendaran yang memang benar-benar elit, teriakan kenek yang berburu penumpang kesana kemari sampai para pengamen yang dengan PeDenya mengalunkan nyanyian dengan suara fales. Entah kenapa bagiku itu begitu menyenangkan.
Dibalik itu semua
ada sesuatu yang menggelitikku. Rasa syukur yang teramat besar dengan apa yang
telah aku dapat sekarang. Melihat kenek yang
sepertinya 3 tahun dibawahku yang seharusnya belajar di sekolah justru harus
bergelut dengan kerasnya kehidupan di jalan. Bukan panas-panasan di lapangan
sekolah untuk mengikuti olahraga atau bermain dengan teman sekolah melainkan
harus berpanasan dengan terik matahari jalanan kota semarang. Dan aku, jarang
terkena terik matahari tetapi bisa mengenyam bangku pendidikan sampai tingkat
perguruan tinggi. Dia mungkin setiap hari harus berfikir makan apa besok tetapi
aku, sudah tersedia uang tinggal beli makan dengan mudahnya tanpa harus bekerja
terlebih dahulu. Begitu besar nikmat yang Allah berikan.
Rasa sukur ini
semakin bertambah ketika sampai di rumah. Melihat salah satu tetanggaku yang
diberi kekhususan oleh Allah. Dilahirkan sebagai anak unik. Yang harus
mengalami pertumbuhan lambat, yang harus bekerja lebih keras dari orang normal
hanya untuk berjalan menggelitikku untuk melihat pada diriku sendiri.
Dilahirkan dengan fisik yang sempurna, pikiran yang sempurna dan masih
didampingi oleh 2 orang tua yang lengkap begitu sempurnya Allah menciptakan
aku. Tak perlu aku harus berlatih berjalan lama, bersekolah di sekolah yang
tidak harus Luar Biasa dan bisa pergi kemana-mana tanpa harus didampingi.
Sungguh sangat kebangetan
sekali ketika aku lupa untuk bersyukur pada-Nya. Alhamdulillah, Kau telah
menciptakanku dengan sangat sempurna dan memberiku banyak nikmat yang tida bisa
aku hitung jumlahnya dan tiada bisa aku mengembalikannya pada-Mu. Trimakasih
Allah untuk hari ini, melalui mereka Kau mengingatkanku untuk selalu ingat
pada-Mu.. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar