Sabtu, 09 Maret 2013

Mereka Membuatku Selalu Bersyukur


Salah satu hal yang harus dilakukan pertama kali ketika sebuah inspirasi datang kepada kita adalah langsung menuangkannya juga dalam sebuah action. Begitu juga halnya denganku, mendapati banyak peristiwa inpiratif dalam sehari membuat diri ini tak kuasa untuk langsung menuangkannnya dalam sebuah tulisan. 4 atau 5 bulan yang lalu aku menulisnya, hari dimana aku menjalani pengalaman pertamaku pulang ke rumah seorang diri. Let’s check this one out !! J
Untuk pertama kalinya pulang kerumah dari semarang seorang diri. Rasanya sangat menyenangkan. Bagiku ngebis itu memberikan suatu sensasi yang tidak biasa, memandang lalu lalang orang yang sibuk dengan urusan masing-masing, lalu lintas kendaraan dari mulai kendaraan yang ‘elit’(
 ekonimi sulit) sampai kendaran yang memang benar-benar elit, teriakan kenek yang berburu penumpang kesana kemari sampai para pengamen yang dengan PeDenya mengalunkan nyanyian dengan suara fales. Entah kenapa bagiku itu begitu menyenangkan.
Dibalik itu semua ada sesuatu yang menggelitikku. Rasa syukur yang teramat besar dengan apa yang telah aku dapat sekarang. Melihat kenek yang sepertinya 3 tahun dibawahku yang seharusnya belajar di sekolah justru harus bergelut dengan kerasnya kehidupan di jalan. Bukan panas-panasan di lapangan sekolah untuk mengikuti olahraga atau bermain dengan teman sekolah melainkan harus berpanasan dengan terik matahari jalanan kota semarang. Dan aku, jarang terkena terik matahari tetapi bisa mengenyam bangku pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi. Dia mungkin setiap hari harus berfikir makan apa besok tetapi aku, sudah tersedia uang tinggal beli makan dengan mudahnya tanpa harus bekerja terlebih dahulu. Begitu besar nikmat yang Allah berikan.
Rasa sukur ini semakin bertambah ketika sampai di rumah. Melihat salah satu tetanggaku yang diberi kekhususan oleh Allah. Dilahirkan sebagai anak unik. Yang harus mengalami pertumbuhan lambat, yang harus bekerja lebih keras dari orang normal hanya untuk berjalan menggelitikku untuk melihat pada diriku sendiri. Dilahirkan dengan fisik yang sempurna, pikiran yang sempurna dan masih didampingi oleh 2 orang tua yang lengkap begitu sempurnya Allah menciptakan aku. Tak perlu aku harus berlatih berjalan lama, bersekolah di sekolah yang tidak harus Luar Biasa dan bisa pergi kemana-mana tanpa harus didampingi.
Sungguh sangat kebangetan sekali ketika aku lupa untuk bersyukur pada-Nya. Alhamdulillah, Kau telah menciptakanku dengan sangat sempurna dan memberiku banyak nikmat yang tida bisa aku hitung jumlahnya dan tiada bisa aku mengembalikannya pada-Mu. Trimakasih Allah untuk hari ini, melalui mereka Kau mengingatkanku untuk selalu ingat pada-Mu.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar